Judul Buku : Surat Kecil Untuk Tuhan
Pengarang : Agnes Davonar
Penerbit : Inandra Publised, Jakarta
Tebal Novel : 232 Halaman
Kategori : True Story (non fiksi)
SURAT KECIL UNTUK TUHAN
Sinopsis Novel :
Ada seorang anak remaja yang bernama
Keke. Umurnya 13 tahun. Dia remaja aktif yang duduk di kelas 2 SMP. Suatu pagi
Dia terbangun dengan mata memerah kemudian hidungnya berdarah. Ayahnya membawa
dia ke Dokter untuk diperiksa.
Hari berlanjut, di wajah keke mulaitumbuh gumpalan sebesar bola tennis dan perlahan sebesar buah kelapa. kekemenangis, tapi tak ada yang mau memberi tahu penyakit apa yang ada di wajahnya.
Keke jalani hidupnya senormal mungkin, namun kanker itu menghalangi langkahnya,
keke tidak ingin menangis dan berpikir dia sakit. Walau Dia sadar bahwa
hidupnya tidak akan lama lagi.
Tuhan memberikan nafas panjang padanya
untuk bertahan selama tiga tahun dari penyakit ini. keke pun menulis surat
kecil pada Tuhan, semoga tidak ada lagi orang yang mengalami hal yang sama
dengannya.
Ini adalah Surat Kecil Untuk Tuhan yang
ditulis dengan keke :
TUHAN …
ANDAI Aku BISA KEMBALI
Aku INGIN TIDAK ADA TANGISAN
ANDAI Aku BISA KEMBALI
Aku TIDAK INGIN ADA LAGI HAL YANG SAMA
TERJADI PADAKU
TERJADI PADA SIAPAPUN
TUHAN …
ANDAI Aku BISA MEMOHON
JANGAN ADA TANGIS DAN DUKA DI DUNIA LAGI
TUHAN ANDAI Aku BISA MENULIS SURAT
UNTUKMU
JANGAN PISAHKAN Aku DARI SAHABAT DAN
ORANG YANG Aku SAYANGIN.
Aku INGIN MENJADI DEWASA SEPERTI BURUNG
YANG BISA TERBANG KETIKA IA DEWASA
Aku INGIN AYAH MELIHAT Aku KETIKA Aku
MEMILIKI LAGI KEINDAHAN GERAIAN RAMBUT..
TUHAN …
SURAT KECILKU INI..
ADALAH PERMINTAAN TERAKHIRKU
ANDAI Aku BISA KEMBALI..
Unsur Intrinsik :
• Tema : Perjuangan seorang Remaja
melawan penyakit kanker Ganas
(Rabdomiosarcoma),tetapi
memiliki semangat untuk Hidup.
• Penokohan :
~Keke (Tokoh utama yang Berperan Sebagai
“Aku”) :
Seorang remaja yang aktif,cerdas,dan
percaya diri.Memiliki keinginan dan cita-cita dirinya sendiri,walau hidupnya
tidak akan lama Lagi.
Hal ini dapat dilihat dari
Bacaan hal 11 :
“Satu Lagi kebiasaanku setiap pulang
sekolah sambil menunggu ayah selesai bekerja di kantor sekolah.Aku sering
ikut ekstrakulikuler volley dengan
kakak-kakak kelas dan kedua Kakakku.Selain itu, aku juga suka ikut membantu
mereka untuk membuat Mading (Majalah Dinding).Kemudian aku diarahkan oleh kakak
Kelasku menjadi team Kreatif MADING karena kata mereka aku berbakat menggambar
dan daya imajinasiku tinggi.Bagitu kata mereka.”
~Ayah Keke (Dalam cerita Disebut “Ayah”) :
Seorang ayah yang bijaksana dan
perhatian kepada ketiga Anaknya.Hal ini dapat dilihat dari Bacaan Hal 61 :
“Aku menolak di gigitan kedua, tetapi
ayah dengan setia berada disampingku dan terus memberikan dukungan kepadaku
sambil merayuku untuk memakan obat-obat herbal tersebut.’Ayo, Keke…Dimakan
sayang… kank kamu mau sembuh.Kita berangkat umroh sama-sama nanti kalau kamusembuh.Nanti
di tanah suci kita bersyukur kepada Allah karena kamu diberikan kesehatan.Kamu
mau kan sayang…??? Kata Ayah’ “
~Andi :
Pehatian dan Penyayang.Hal ini dapat
dilihat dari bacaan Hal 72. :
“Keke, Andi tau kamu marah terhadap
keadaan! Tapi bukanlah menyiksa diri seperti ini bukanlah Keke yang
sesungguhnya?! Keke yang sesungguhnya adalah orang yang Andi cintai dan seorang
gadis yang tabah.Keke yang Andi cintai adalah putri yang selalu tersenyum dan
riang dalam keadaan apapun! “ Ujar Andi.
~Pak Iyus :
Sangat setia pada keluarga
Keke.Baik penyabar, perhatian terhadap Keke.
Hal ini dapat dilihat Dari bacaan Hal
113 :
“Kamu tenang aja, Ke…. Nggak usah
khawatir.Ada ayah,ada kak Chika,ada kak Kiki dan ada pak Iyus yang nemenin kamu
kemana aja. Pokoknya kamu tenang aja…. Mendingan kita lanjutkan Makan kita ini,
oke?” Ujar pak Iyus sambil mengajakku bercanda.
~Sahabat-Sahabat Keke.
(Fadha,Maya,Shifa,Ida,Andhini)
Baik, setia menemani Keke Disaat-saat
terakhir Keke baik, setia Kawan.
Hal ini dapat dilihat dari Bacaan Hal 99
:
“Hal pertama yang kulakukan ketika aku
kembali ke bangku sekolahku, yaitu..
Kuletakkan tanganku dan kusentuh dengan
jariku.Rasa lembut meja coklat
Ini nyaris telah kulupakan. Fadha dan
Sahabat-sahabatku hanya tersenyum
Padaku sambil berkata……
“Welcome back,Keke..!!” Ujar Mereka..”
~Bibi :
Seorang Pembantu rumah tangga yang
baik dan perhatian kepada Keke.
Hal ini dapat dilihat dari bacaan Hal
13-14 :
Ayah sudah menunggu di mobil bersama
supirnya. Aku berlari menuju bangku belakang.Lalu ayah berkata padaku,“Lama
banget sih… Katanya mau latihan dulu sebelum upacara pagi ini! “ “Aduh ayah..
Maaf, tadi kesiangan sedikit.. “ Lalu Bibi memberikan roti kepada ayah untuk
diberikan padaku
“Ini, makan roti yang sudah disiapkan
Bibi!”
~Kak Kiki :
Suka Bercanda dan sedikit jahil
kepada Keke.Hal ini dapat dilihat dari
Bacaan Hal 29:
“Kak Kiki tidak percaya begitu
saja.Saat aku lengah, dia langsung mencopot kacamata hitamku. Akhirnya semua
pun tau. Benar saja dugaanku!! Tawa Kakakku meledak dan ia terlihat senang
melihat wajahku. Untungnya ayah Langsung melotot ke arah kakakku dan kak Kiki
pun terdiam. Ayah memperhatikan keadaan mataku. Ia sedikit panik melihat aku
bisa tertular penyakit mata karena sejak kecil aku terbilang jarang sakit.”
~Angel :
Sombong,norak,dan suka mengejek sesama temannya.Hal ini dapat dilihat
Dari bacaan Hal 33 :
Sebelum pertandingan,Angel sempat
mendatangi timku.
“Aduh, kayaknya kalau memang dengan
keadaan musuh yang sakit nggak Enak juga ya? Tapi apa boleh buat.. Kita
terpaksa harus menang dengan Keadaan kayak gini!” Fadha langsung bangkit. Aku
menarik tangannya untuk tidak melayani Ejekan Angel. “Oops. Awas ada yang mau
nubruk. Sebaiknya simpan aja tenaganya buat Ngalahin kita.. Daa… “Ucap Angel
sambil meninggalkan kami”.
~dr.Adi Kusuma :
Seorang Dokter yang pertama merawat Keke ketika Keke sakit.dr.Adi sangat
Baik merawat Keke.Hal ini dapat dilihat dari
bacaan Hal 35-36 :
“Jadi, Keke kenapa dok? Kok sakit
mata sampe mimisan gitu?”
“Hmm.. Sampai sejauh ini sih saya
kira Sinus. Tapi belum tau juga kalau belum di Ronsen. Sekarang saya tulis
resep aja. Kalau bisa sih Keke jangan sekolah dulu selama proses pengobatan..”
Iya..” Jawabku singkat.
“Obat ini diminum dulu secara teratur
selama 5 hari. Bila tidak ada perubahan, saya akan buat surat pegantar ke
dokter THT (Telinga Hidung Tenggorokan).”Ujar dokter Adi Kusuma.
~Prof.Mukhlis :
Seorang Profesor yang ahli dalam
bidang kanker.Prof Mukhlis sangat berjuang dalam mengatasi penyakit kanker
Keke.Hal ini dapat dilihat dari bacaan
Hal 115 :
“Kita coba lakukan hal yang sama, yaitu
dengan proses kemoterapi satu Seri lagi,dilanjutkan dengan Radioterapi dengan disinar. Jika ini belum
berhasil maka akan saya diskusikan dengan teman-teman saya di Universitas
Indonesia. Kita bedoa saja, semoga cara ini berhasil.” Kalimat pesimis dari
Prof Mukhlis.
• Latar/setting :
~ Latar tempat kejadian dalam cerita ini
adalah di Kota Jakarta.
Tepatnya di kawasan Green Garden-Jakarta menuju ke Pedagang Kaki lima.
~ Latar waktu kejadian dalam novel
tersebut adalah malam Hari
~
Suasana Kejadian dalam novel tersebut adalah Menyenangkan
Ketiga latar dalam kutipan novel tersebut terungkap dalam cerita pada
Bacaan Hal 111. “ . . .Ayah pun mangajak
kami makan malam diluar sambil menikmati udara malam Kota Jakarta, karena hari
ini menu makan malam kami tidak
tersedia. Sejenak kami menikmati sea food di kaki lima yang enak di kawasan
Green Garden.Aku senang kami bisa tertawa bersama-sama dan aku berhasil
melenyapkan rasa gundah dihati ayah dan kakak-kakakku.”
• Alur/plot :
Dari kutipan novel “Surat Kecil Untuk Tuhan”
memiliki alur yang bersifat maju. Cerita disusun berdasarkan urutan waktu yang
berjalan ke depan. Bukan berbalik ke masa lalu/lampau.
a.
Pengenalan
Keke adalah seorang anak yang cantik dan
pandai, ia suka bermain volley. Ia juga memiliki banyak kawan dan tentunya
memiliki keluarga yang bahagia walaupun ayah dan ibunya telah berpisah, namun
ia selalu bahagia dengan apa yang ia miliki.
b.
Pemunculan Konflik
Kak Kiki kakaknya Keke menderita sakit
mata, memang pada saat itu sakit mata sedang banyak menyerang siswa disekolah
Keke. Dan pada saat itu juga ternyata Keke tertular penyakit mata itu, sehingga
mata Keke membengkak. Awalnya memang bengkak biasa, namun lama kelamaan bengkak
itu makin membesar sampai wajah Kekepun ikut membesar. Dan dokterpun memvonis
bahwa Keke mengidap penyakit kanker jaringan lunak yang amat ganas.
c.
Konflik Memuncak
Lama-lama kanker itu mulai melemahkan
Keke, tapi ayah Keke terus berusaha untuk menyembuhkan Keke. Setelah melakukan
pengobatan alternatif kesana kemari, keadaan Keke tak kunjung membaik. Hingga
akhirnya Keke bertemu dengan seorang profesor yang hebat. Kemudian Keke
melakukan pengobatan kemoterapi. Kemoterapi ini berhasil, walaupun Keke harus
meraskan dingin dan rambutnya yang berguguran.
d.
Penurunan Konflik
Kanker tersebut sempat hilang, namun
kanker itu datang kembali dan semakin menyebar. Namun ayah Keke terus berusaha.
Disisi lain Keke terus berusaha untuk membahagiakn orang disekitarnya. Ia pun
mulai menyadari bahwa hidupnya takkan lama lagi. Ia makin rajin belajar karna
ia ingin tetap belajar pada detik-detik terakhir dihidupnya.
e.
Penyelesaian
Setelah berusaha sedemikian kerasnya
dengan tak ada hasil, maka ayah Keke mulai merelakan Keke jika Keke harus pergi
meninggalkannya. Saat Keke dirawat di rumah sakit, Keke sempat koma untuk
beberapa lama, dan sempatterbangun dari komanya. Namun setelah itu ia kembali
tertidur dengan tenang untuk selamanya. Ayah dan keluarga yang lain telah
merelakan kepergian Keke. Dan pada saat Keke memejamkan mata, seluruh ruangan
rumah sakit tempat dimana Keke dirawat harum bunga melati.
• Gaya bahasa :
Gaya bahasa bentuk ungkapan :
Hal ini dapat dilihat dari
bacaan hal 83 :
→ Aku merasa bagaikan makhluk asing
yang tiba di Bumi. Ditempatkan
Di sebuah ruang kosong.
• Sudut Pandang : → Sebagai Orang Pertama yang menceritakan tentang
dirinya
Sendiri.
Bukti dapat dilihat dari bacaan Hal
5 :
Hai sobat,,kenalkan. Namaku Gita
Sesa Wanda Cantika.terlalu panjang ya..
Ok! Biar gampang sebut saja namaku
Keke. Aku anak ke-tiga dari tiga
Bersaudara. Aku mempunyai dua kakak
laki-laki,namanya juga dipersingkat
Saja.Panggil mereka Chiko yang
tampan dan Kiki yang manis.Hehehe….
Jadi diantara keluarga ku, aku
adalah anak perempuan satu-satunya.
• Amanat/pesan :
`Jangan mudah menyerah menjalani
hidup ini, meskipun harus menderita
Penyakit kanker (Kanker
Rabdomiosarkoma)
Bukti → Hal 64 : “…Ayah..Keke udah cukup sabar.Tapi Keke sudah tidak
sanggup
Lagi…!! Keke ingin menyerah
dan lebih baik Keke mati saja..!!”
Unsur Ekstrinsik
1.Latar Belakang Pengarang
Agnes Davonar adalah seorang fenomenal
dalam dunia sastra Indonesia. Ia memulai kariernya sebagai seorang penulis
amatir di sebuah blog. Kemudian dengan cepat berkembang menjadi penulis yang
mau belajar hingga melahirkan novel online dan 42 cerita pendek yang begitu
melekat bagi semua pembaca situs pribadinya.
Tak heran bila sebuah kutipan dari
sebuah portal informasi detik.com mengatakan “bahwa tidak sulit untuk mencari
karya dari seorang Agnes Davonar”. Keunikan sendiri terdapat dalam nama Agnes
Davonar. Agnes berasal dari namanya, sedangkan Davonar diambil dari nama
adiknya. Jadi mereka adalah dua saudara yang bersatu dalam sebuah karya.
Agnes lahir di Jakarta 8 Oktober
sedangkan Davonar lahir di Jakarta, 7 Agustus. Merka adalah dua saudara yang
besar dalam lingkungan seni. Ayahnya adalah seorang pelukis kaligrafi Cina
sedangkan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga yang tangguh. Mereka berdua
membentuk sebuah blog dengan situs http://lieagneshendra.blogs.friendster.com .
Agnes bekerja sebagai karyawan swasta
dan Davonar berkuliah di Universitas sastra Jepang Bina Nusantara.
Keduanya memiliki hobby yang sama yakni
menyukai olahraga. Tapi kelihaian menulis tekah mengantarkan keduanya sebagai
penulis muda berbakat dalam jajaran sastra Indonesia. Agnes Davonar menyebutnya
sebagai Novelis dan Cerpenis online.
Karena ketulusan dan kedisiplinan dalam
berkarya sebuah situs peringkat Blog Topseratus.com menempatkan Blognya sebagai
peringkat pertama dari 100 blog terbaik di Indonesia. Sangat mencengangkan,
sebuah Blog sastra mengalahkan Blog dan situs internet yang pada umumnya lebih
memfokuskan pada music ataupun tips-tips mencari uang marketing melalui
internet.
Surat kecil untuk Tuhan adalah kisah
nyata yang pertama mereka tulis dan sempat dipublikasikan di blog mereka.Ribuan air mata berjatuhan ketika kisah ini dibaca, atas permintaan pembacanyaAgnes Davonar pun membuat kisah ini menjadi novel keduanya dan pastinyakisahini lebih sempurna dengan ribuan air mata yang siap berjatuhan disetiap bait
perjalanan Keke.
2.
Nilai yang Terkandung dalam Novel
a.
Nilai Agama
Dalam novel ini terkandung nilai
keagamaan yang islami. Dan mengajarkan kita untuk lebih banyak bersyukur kepada
Tuhan dan tidak menyombongkan diri kita.
b.
Nilai Moral
Terkandung nilai moral yang amat baik,
yaitu disaat teman Keke mengejeknya, ia tetap diam dan hanya tersenyum dengan
ejekan itu. Di saat Keke jatuh sakit teman yang mengejeknya memberi dukungan
kepada ia untuk tetap bertahan untuk menghadapi penyakitnya.
c.
Nilai Sosial
Saling membantu dan memberi dukungan
kepada teman dan siapapun (orang lain) yang ada disekitar kita.
d.
Nilai Budaya
Terdapat nilai-nilai budaya di Jakarta,
yaitu budaya para remaja didaerah Jakarta dan sekitarnya.

Follow Us
Stay updated via social channels