{A|The|Any|A new|Some sort of}. SASTRA LAMA
Sastra lama adalah sastra yang berbentu lisan atau sastra melayu yang tercipta dari suatu ujaran atau ucapan. Sastra lama masuk ke {indonesia|philippines} bersamaan dengan masuknya agama islam pada abad ke-13. Peninggalan sastra lama terlihat pada dua {bait|lure|tempt|the lure|trap} syair pada batu nisan seorang muslim di Minye Tujuh, Aceh.
Ciri dari sastra lama yaitu:
{-|--|:} Anonim atau tidak ada nama pengarangnya
{-|--|:} Istanasentris (terikat pada kehidupan istana kerajaan)
{-|--|:} Tema karangan bersifat fantastis
{-|--|:} Karangan berbentuk tradisional
{-|--|:} Proses perkembangannya statis
{-|--|:} bahasa klise
Contoh sastra lama: fabel, sage, {mantra|rule|concept}, gurindam, pantun, syair, {dan|serta|john} lain-lain.
Fabel, diambil dari bahasa Belanda adalah cerita yang menggunakan hewan sebagai tokoh utamanya. Misalkan cerita kancil atau cerita Tantri di {Indonesia|Philippines}. Banyak satrawan {dan|serta|john} penulis dunia yang juga memanfaatkan bentuk fabel dalam karangannya. Salah seorang pengarang fabel yang terkenal adalah {Michael|Erina|Erika|Eileen|Jordan} de {La|Los angeles|L . a .|Chicago|Are generally} Fontaine dari Perancis. Penyair Sufi Fariduddin Attar dari Persia juga menuliskan karyanya yang termashur yakni Musyawarah Burung dalam bentuk fabel.
Sage Dongeng tentang kepahlawanan, keperkasaan, serta kesaktian raja, pangeran atau tokoh-tokoh tertentu.
{Mantra|Rule|Concept} bisa diartikan sebagai susunan kata yang berunsur puisi (seperti rima {dan|serta|john} irama) yang diangggap mengandung kekuatan gaib, biasanya diucapkan oleh dukun atau pawing untuk menandingi kekuatan gaib yang lain. Dalam sastra melayu lama, kata lain sastra adalah jampi, serapah, tawar, sembur, cuca, puja, seru {dan|serta|john} tangkal. {Mantra|Rule|Concept} termasuk dalam {genre|style|variety|type|kind} sastra lisan yang {popular|well-liked|well-known|common|favorite} dimasyarakat melayu, sebagaimana pantun {dan|serta|john} syair. Hanya saja penggunaanya lebih eksklusif, karena hanya dituturkan oleh orang tertentu saja, menurut orang melayu pembacaan {mantra|rule|concept} diyakini dapat menimbulkan kekuatan gaib untuk membantu meraih tujuan-tujuan tertentu.
Gurindam adalah satu bentuk puisi Melayu lama yang terdiri dari dua {bait|lure|tempt|the lure|trap}, tiap {bait|lure|tempt|the lure|trap} terdiri dari {2|two|a couple of|only two|3} baris kalimat dengan irama akhir yang sama, yang merupakan satu kesatuan yang utuh. Baris pertama berisikan semacam soal, masalah atau perjanjian {dan|serta|john} baris kedua berisikan jawaban nya atau akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama tadi.
Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara. Dalam bahasa Jawa, misalnya, dikenal sebagai parikan, dalam bahasa Sunda dikenal sebagai paparikan, {dan|serta|john} dalam bahasa Batak dikenal sebagai umpasa (baca: uppasa). Lazimnya pantun terdiri atas empat larik (atau empat baris bila dituliskan), bersajak akhir dengan pola a-b-a-b {dan|serta|john} a-a-a-a (tidak boleh a-a-b-b, atau a-b-b-a). Pantun pada mulanya merupakan sastra lisan namun sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis.
Semua bentuk pantun terdiri atas dua bagian: sampiran {dan|serta|john} isi. Sampiran adalah dua baris pertama, kerap kali berkaitan dengan alam (mencirikan budaya agraris masyarakat pendukungnya), {dan|serta|john} biasanya tak punya hubungan dengan bagian kedua yang menyampaikan maksud selain untuk mengantarkan rima/sajak. Dua baris terakhir merupakan isi, yang merupakan tujuan dari pantun tersebut.
Syair adalah salah satu jenis puisi lama. Ia berasal dari Persia (sekarang Iran) {dan|serta|john} telah dibawa masuk ke Nusantara bersama-sama dengan kedatangan Islam. Kata syair berasal dari bahasa {Arab|Arab-speaking|Arabic} syu’ur yang berarti perasaan. Kata syu’ur berkembang menjadi kata syi’ru yang berarti puisi dalam pengertian umum. Syair dalam kesusastraan Melayu merujuk pada pengertian puisi secara umum. Akan tetapi, dalam perkembangannya syair tersebut mengalami perubahan {dan|serta|john} modifikasi sehingga menjadi khas Melayu, tidak lagi mengacu pada tradisi sastra syair di negeri {Arab|Arab-speaking|Arabic}. Penyair yang berperan besar dalam membentuk syair khas Melayu adalah Hamzah Fansuri dengan karyanya, antara lain:
{B|W|T|N|M}. SASTRA BARU
Sastra baru adalah karya sastra yang telah dipengaruhi oleh karya sastra asing sehingga sudah tidak asli lagi.
Ciri dari sastra baru yakni:
{-|--|:} Pengarang dikenal oleh masyarakat luas
{-|--|:} Bahasanya tidak klise
{-|--|:} Proses perkembangan dinamis
{-|--|:} tema karangan bersifat rasional
{-|--|:} bersifat {modern|contemporary|modern day|modern-day|current} {/|or|and} tidak tradisional
{-|--|:} masyarakat sentris (berkutat pada masalah kemasyarakatan)
Contoh sastra baru: {novel|book|story|new|fresh}, biografi, cerpen, {drama|crisis|episode|theatre|dilemma}, soneta, {dan|serta|john} lain sebagainya.
{Novel|Book|Story|New|Fresh} adalah sebuah karya fiksi prosa yang tertulis {dan|serta|john} naratif; biasanya dalam bentuk cerita. Penulis {novel|book|story|new|fresh} disebut novelis. Kata {novel|book|story|new|fresh} berasal dari bahasa {Italia|Croatia|France} novella yang berarti "sebuah kisah, sepotong berita". {Novel|Book|Story|New|Fresh} lebih panjang (setidaknya {40|forty|45|forty five|50}. 000 kata) {dan|serta|john} lebih kompleks dari cerpen, {dan|serta|john} tidak dibatasi keterbatasan struktural {dan|serta|john} metrikal sandiwara atau sajak. Umumnya sebuah {novel|book|story|new|fresh} bercerita tentang tokoh-tokoh {dan|serta|john} kelakuan mereka dalam kehidupan sehari-hari, dengan menitik beratkan pada sisi-sisi yang aneh dari naratif tersebut. {Novel|Book|Story|New|Fresh} dalam bahasa {Indonesia|Philippines} dibedakan dari roman. Sebuah roman alur ceritanya lebih kompleks {dan|serta|john} jumlah pemeran atau tokoh cerita juga lebih banyak.
Biografi adalah kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang. Sebuah biografi lebih kompleks daripada sekedar daftar tanggal lahir atau mati {dan|serta|john} data-data pekerjaan seseorang, biografi juga bercerita tentang perasaan yang terlibat dalam mengalami kejadian-kejadian tersebut.
Cerpen atau sering disingkat sebagai cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat {dan|serta|john} langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang, seperti novella (dalam pengertian modern) {dan|serta|john} {novel|book|story|new|fresh}. Karena singkatnya, cerita-cerita pendek yang sukses mengandalkan teknik-teknik sastra seperti tokoh, {plot|piece|plot of land|plan|story}, tema, bahasa {dan|serta|john} {insight|understanding|perception|awareness|information} secara lebih luas dibandingkan dengan fiksi yang lebih panjang. Ceritanya bisa dalam berbagai jenis. Cerita pendek berasal dari anekdot, sebuah situasi yang digambarkan singkat yang dengan cepat tiba pada tujuannya, dengan parallel pada tradisi penceritaan lisan. Dengan munculnya {novel|book|story|new|fresh} yang realistis, cerita pendek berkembang sebagai sebuah {miniature|small|smaller|little|tiny}.
{Drama|Crisis|Episode|Theatre|Dilemma} adalah satu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh aktor. Kosakata ini berasal dari Bahasa Yunani yang berarti "aksi", "perbuatan". {Drama|Crisis|Episode|Theatre|Dilemma} bisa diwujudkan dengan berbagai {media|press|mass media|advertising|marketing}: di atas panggung, {film|movie|motion picture|video|picture}, {dan|serta|john} atau televisi. {Drama|Crisis|Episode|Theatre|Dilemma} juga terkadang dikombinasikan dengan musik {dan|serta|john} tarian, sebagaimana sebuah {opera|safari|firefox|chrome|internet explorer} (lihat melodrama).
Di {Indonesia|Philippines}, pertunjukan sejenis {drama|crisis|episode|theatre|dilemma} mempunyai istilah yang bermacam-macam. Seperti: Wayang orang, ketoprak, ludruk (di Jawa Tengah {dan|serta|john} Jawa Timur), lenong (Betawi), randai (minang), reog (Jawa Barat), rangda (Bali) {dan|serta|john} sebagainya.
Soneta adalah bentuk kesusasteraan {Italia|Croatia|France} yang lahir sejak kira-kira pertengahan abad ke-13 di kota Florance.
Ciri-ciri Soneta:
{a|the|any|a new|some sort of}. Terdiri atas {14|fourteen|18|15|age 14} baris
{b|w|t|n|m}. Terdiri atas {4|four|some|several|5} {bait|lure|tempt|the lure|trap}, yang terdiri atas {2|two|a couple of|only two|3} quatrain {dan|serta|john} {2|two|a couple of|only two|3} terzina
{c|d|chemical|h|g}. Dua quatrain merupakan sampiran {dan|serta|john} merupakan satu kesatuan yang disebut
octav.
{d|deb|n|deborah|debbie}. Dua terzina merupakan isi {dan|serta|john} merupakan satu kesatuan yang disebut isi yang
disebut sextet.
{e|at the|elizabeth|electronic|age}. Bagian sampiran biasanya berupa gambaran alam
{f|farrenheit|farreneheit|y|p oker}. Sextet berisi curahan atau jawaban atau kesimpulan daripada apa yang
dilukiskan dalam ocvtav, jadi sifatnya subyektif.
{g|grams|gary|h|gary the gadget guy}. Peralihan dari octav ke sextet disebut volta
{h|they would|l}. Penambahan baris pada soneta disebut koda.
{i|we|my partner and i|my spouse and i|when i}. Jumlah suku kata dalam tiap-tiap baris biasanya antara 9 – {14|fourteen|18|15|age 14} suku kata
{j|t|l|m|n}. Rima akhirnya adalah {a|the|any|a new|some sort of} – {b|w|t|n|m} – {b|w|t|n|m} – {a|the|any|a new|some sort of}, {a|the|any|a new|some sort of} – {b|w|t|n|m} – {b|w|t|n|m} – {a|the|any|a new|some sort of}, {c|d|chemical|h|g} – {d|deb|n|deborah|debbie} – {c|d|chemical|h|g}, {d|deb|n|deborah|debbie} – {c|d|chemical|h|g} – {d|deb|n|deborah|debbie}

{C|D|Chemical|H|G}. SASTRA {MODERN|CONTEMPORARY|MODERN DAY|MODERN-DAY|CURRENT}
Sastra {Modern|Contemporary|Modern day|Modern-day|Current} adalah karya sastra yang dibentuk oleh unsur intrinsik {dan|serta|john} Menggunakan bahasa/kata yang terpilih, diksi yang tepat. Mempunyai bahasa tuturan {dan|serta|john} dialog(dalam prosa {dan|serta|john} drama) yang Bertujuan untuk dibaca/didengar orang lain agar mereka mendapat hiburan dan/atau nasihat. Bentuknya dapat berupa puisi, prosa, atau {drama|crisis|episode|theatre|dilemma}.
Ciri-ciri Sastra {Modern|Contemporary|Modern day|Modern-day|Current} yakni:
1. Gaya yang aktif {-|--|:} romantis
{2|two|a couple of|only two|3}. Dinamis dalam tema {dan|serta|john} bahasa
3. Tema memperjuangkan masalah kebudayaan, bahasa, {dan|serta|john} masyarakat sentris
{4|four|some|several|5}. Pengarang diketahui dengan jelas.
Periodisasi sastra {modern|contemporary|modern day|modern-day|current}:
–Pujangga Baru (tahun 1930/1933)
–Angkatan ’45
–Angkatan ’50-’60an
–Angkatan ’66-’70-an
–Angkatan Dasawarsa ’80-an
–Angkatan Reformasi
–Angkatan 2000-an
–Cyber Sastra
Angkatan Balai Pustaka
Berbicara tentang pertentangan adat {dan|serta|john} kawin paksa, dominasi orang tua dalam perkawinan. Gaya penceritaan terpengaruh oleh sastra Melayu yang mendayu-dayu, masih menggunakan bahasa klise seperti peribahasa {dan|serta|john} pepatah-petitih. Karya-karya yang diterbitkan Balai Pustaka diharuskan memenuhi Nota Rinkes yang berbunyi: didaktis, serta netral agama {dan|serta|john} politik.
Angkatan Pujangga Baru
Menampilkan nasionalisme {Indonesia|Philippines},. memasuki kehidupan {modern|contemporary|modern day|modern-day|current}, menampakkan kebangkitan kaum muda. Banyak terpengaruh oleh Angkatan 1880 di Negeri Belanda, sehingga puisi-puisinya banyak yang berbentuk soneta. Pada masa ini terjadi polemik yang seru antartokoh-tokohnya. Sutan Takdir Alisyahbana berorientasi ke barat yang intelektualistik, individualistuik {dan|serta|john} materialistik, punya idealisme tinggi akan kemajuan iptek/sains {dan|serta|john} dunia. Sanusi {Pane|Lite} berorientasi ke timur (India, Timur Tengah, Cina) yang spiritualistik, mementingkan olah ruhani. Kemudian Armijn {Pane|Lite}, Amir Hamzah, Kihajar Dewantara, yang lebih menginginkan adanya sintesis barat yang sifistikated {dan|serta|john} timur yang sufistik.
Angkatan {45|forty five|forty-five|fortyfive|1 out of 3}
Bicara tentang kegetiran nasib di tengah penjajahan Jepang yang sangat menindas, menampilkan cita-cita merdeka {dan|serta|john} perjuangan revolusi fisik. Pada masa Jepang untuk berkelit dari sensor penguasa, berkembang sastra simbolik. Muncul ungkapan-ungkapan yang singkat-padat-bernas (gaya Chairil Anwar dalam puisi) {dan|serta|john} kesederhanaan baru dengan kalimat pendek-pendek nan lugas (gaya Idrus dalam prosa fiksi/sketsa).
Sastra dekade ’50 {-|--|:}; {60|sixty|58|62|59} {an|a good|a great|the|a}
Memantulkan kehidupan masyarakat yang masih harus terus berjuang {dan|serta|john} berbenah di awal-awal masa kemerdekaan. Disebut juga Generasi Kisah (nama majalah sastra). Di masa ini sastra {Indonesia|Philippines} sedang mengalami {booming|flourishing|thriving|growing|blossoming} cerpen. Juga marak karya-karya teater dengan tokohnya Motenggo Boesye, Muhammad Ali Maricar, {W|Watts|T|M|N}. {S|Utes|Azines|Ersus|Ohydrates}. Rendra (sekarang Rendra saja). Mulai tumbuh sarasehan-sarasehan sastra terutama di kampus-kampus.
Sastra Angkatan ’66 – ’70 {an|a good|a great|the|a}
Menegakkan keadilan {dan|serta|john} kebenaran bnerdasarkan Pancasila {dan|serta|john} UUD {45|forty five|forty-five|fortyfive|1 out of 3}, menentang komunisme {dan|serta|john} kediktatoran, bersama Orde Baru yang dikomandani Jendral Suharto ikut
menumbangkan Orde Lama, mengikis habis LEKRA dasn PKI. Sastra Angkatan ’66 berobsesi menjadi Pancasilais sejati. Yang paling terkenal adalah “Tirani” {dan|serta|john} “Benteng” antologi puisi Taufiq Ismail. Hampir seluruh tokohnya adalah pendukung utama Manifes Kebudayaan yamng sempat berseteru dengan LEKRA.
Dekade 80-an
Penuh semangat eksperimentasi dalam berekspresi, merekam kehidupan masyarakat yang penuh keberagaman pemikiran {dan|serta|john} penghayatan modernitas. Muncul para pembaharu sastra {Indonesia|Philippines} dengan karuya-karyanya yang unik {dan|serta|john} segar seperti Sutarji Calzoum Bachri {dan|serta|john} Yudhistira Ardi Noegraha dalamm puisi, Iwan Simatupang {dan|serta|john} Danarto dal; {am|'m|feel|are|was} prosa fiksi, Arifin {C|D|Chemical|H|G}. Noer {dan|serta|john} Putu Wijaya dalam teater.
Angkatan Reformasi
-Kemunculan angkatan ini ditandai dengan maraknya karya-karya sastra yang bertemakan sosial-politik, khususnya yang bertemakan reformasi.
-Akan tetapi, wacana mengenai lahirnya angkatan ini tidak berhasil dikukuhkan karena tidak memiliki ‘juru bicara’.
Angkatan 2000-an
Pada tahun 2002, Korrie Layun Rampan membuat wacana tentang lahirnya sastrawan angkatan 2000, yang terdiri atas kurang-lebih 100 penyair, cerpenis, novelis, eseis, {dan|serta|john} kritikus sastra.
Cyber Sastra
Pada masa kini, banyak karya sastra yang tidak hanya dipublikasikan melalui buku atau majalah, melainkan juga melalui {internet|web|world wide web|net|world-wide-web}.