A.    Kateggori-kategori dalam istilah sintaksis:
1.      Kalimat verbal adalah kalimat tunggal yang predikatnya dibentuk dari kata kerja/verbal. Kelas kata ini menyatakan suatu tindakan, keberadaan, dan pengalaman. Misalnya bekerja, belajar, menendang, pergi, dan mengendarai.
 Contoh:
1)      Saya akan pergi ke bandung besok pagi
2)      Adik mengendarai sepeda ontel
Kata (pergi dan mengendarai) termasuk kata kerja.
2.      Kalimat nominal adalah kalimat tunggal yang predikatnya dari kata benda yaitu menyatakan nama dari seseorang, tempat, benda, atau segala yang dibendakan. Nomina juga dibagi kedalam dua bentuk:
a.       kata benda konkret, yaitu untuk menyebutkan kata benda yang kita kenal lewat panca indera. Misalnya gelas, kursi, buku, kaleng, dan melon.
b.      Kata benda abstrak yaitu kata benda untuk menyatakan hal yang hanya dapat dikenal dengan batin atau pikiran. Misalnya cinta, marah, kesal sedih, danbahagia.
Contoh:
1)      Ibuku petani sawah
2)      Ayahku pegawai kantor pajak
3)      Kakakku tukang kayu
3.      Kalimat adjectival adalah kalimat tunggal yang predikatnya dari kata sifat. Kelas kata ini merupakan kata yang dapat menerangkan kecukupan, kuantitas, urytan, maupun penekanan suatu kata. Misalnya keras, jauh, baik, tua, dan kaya.
Contoh:
1)      Buku bahasa inggrisku sangat tebal
2)      Rumahku besar sekali
3)      Keluarga ini sangat sopan dan bijaksana
4.      Kalimat numeral adalah kalimat yang predikatnya dari kata bilangan atau jumlah tertentu.
Contoh:
1)      Dua buah jeruk sedang dibeli ibu dipasar
2)      Empat ekor rusa sedang makan
5.      Kalimat preposisional adalah kalimat yang predikatnya dari kata depan sebagai penanda dan diikuti kata atau kelompok kata (bukan klausa) sebagai petanda.
Contoh:
1)      Tempat tinggalnya di tasikmalaya
2)      Surat ini untuk Melinda  

B.     Kalimat verbal terdiri atas enam macam yakni kalimat verbal transitif, intransitif, ekatransitif, dwitransitif, semitransitif, dan pasif.
1.      kalimat transitif adalah verba yang memerlukan nomina sebagai objek dalam kalimat aktip, dan objek itu dapat berfungsi sebagai subjek dalam kalimat pasif.
Contoh:
 1) Ibu sedang membersikan kamar itu
2) Rakyat pasti mencintai pemimpin yang jujur
3) Polisi harus memperlancar arus lalu lintas
4) Pemerintah akan memberlakukan peraturan itu segera
5) Sekarang orang,sukar mencari perkerjakan.
Verba yang dicetak miring dalam contoh (1-5) adalah verba transitif. Masing-masing diikuti oleh nomina atau frase nomina, yaitu kamar itu, pemimpin yang jujur, arus lain lintas, peraturan itu, dan perkerjaan. Nomina atau frasa nomina itu berfungsi sebagai objek yang dapat juga dijadikan subjek pada kalimat pasif seperti. (1a) Kamar itu sedang dibersikan oleh ibu. (2a) Pemimpin yang jujur pasti dicintai oleh rakyat.
2.      Kalimat intransitif adalah kalimat tunggal yang predikatnya tidak memerlukan objek, misalya:
1)      Pak Dede belum pergi ke kantor
2)      Ibunya sedang berenang di kolam
3)      Adik-adikku telah belajat matematika.
3.      Kalimat ekatransitif, yakni kalimat tunggal yag predikatnya hanyamemerlukan objek tanpa diikuti pelengkap.,misalnya
1). Saya makan nasi goring
5.      Kalimat semitransitif adalah kalimat tunggal yang predikatnya dari  semitransitif, misalnya
1). Alimuddin kehilangan uang milyaran kemarin
2). Rumah Pak Desa kemasukan pencuri.
3). Ibu Aminah kedatangan tamu dari Jakarta
6.      Kalimat pasif adalah kalimat tunggal yang predikatnya biasanya dari kata kerja berawalan di- , misalnya
1).  Rumah itu dibeli oleh Pak Alimin Syahid.
2). Mobil itu dijual oleh Toko Mandala.

3). Persoalan itu telah diselesaikan oleh Bapak Ketua RW