KAJIAN TINDAK TUTUR

LAPORAN

Diajukan untuk Memenuhi Ujian Akhir Semester (UAS) Mata Kuliah Pragmatik
yang Dibina Oleh Dr. Titin Setiartin, M. Pd.




KATA PENGANTAR

Bersyukur kepada Allah SWT. yang telah melimpahkan nikmat-Nya berupa nikmat kesehatan serta ilmu sehingga penulis bisa menyelesaikan laporan “Kajian Tindak Tutur”  ini. 
Shalawat beserta salam semoga terlimpah kepada Nabi besarMuhammad SAW. yang telah membimbing kita dari zaman yang penuh kebodohan sampai mengantarkan kita kepada zaman yang penuh ilmu pengetahuan.
Dalam menganalisis suatu tindak tutur ini membutuhkan analisis-analisis yang matang. Maka dari itu untuk analisistindak tutur initentang penggunaan bahasa yang dilakukan baik sebagai bagian terpisah dari sistem formal bahasa maupun sebagai bagian yang melengkapinya.
Akhir kata, semoga laporan “Kajian Tindak Tutur” ini dapat memberikan ilmu kepada kita tentang penggunaan tuturan yang berlaku di masyarakat.

Tasikmalaya,   Januari 2015


Penulis,




DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR                                            
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.    Latar Belakang Kajan
2.    Tujan Kajian
3.    Metode Kajian
4.    Manfaat Kajian
BAB IIDESKRIPSI DATA DAN PEMBAHASAN
1.    Deskripsi Data
2.    Korpus Data
3.    Pembahasan
BAB III SIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA





BAB I PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang Kajian
Pragmatik bidang kajian tindak tutur dapat diartikan sebagai kajian mengenai kondisi-kondisi umum bagi penggunaan bahasa secara komunikatif. Pragmatik umum tidak mencakup kondisi-kondisi lokal yang lebih spesifik. Sosio-Pragmatik didasarkan pada kenyataan bahwa prinsip kerja sama dan prinsip sopan santun beroperasi secara berbeda dalam kebudayaan-kebudayaan dan masyarakat bahasa yang berbeda, dalam kelas-kelas sosial yang berbeda, dan sebagainya.

Secara teoretis, diharapkan dapat mendukung teori-teori yang sudah ada khususnya teori tentang tindak tutur. Secara praktis diharapkan menambah pemahaman masyarakat umum mengenai pengetahuan pragmatik agar masyarakat mampu menggunakan bahasa yang baik dan benar dalam berkomunikasi.

BAB II DESKRIPSI
A.      Deskripsi Data
Penelitian ini perlu peneliti gambarkan supaya diketahui secara jelas pelaksaanannya. Sebelum peneliti melaksakan penelitian ini. Peneliti menyiapkan instrument penelitian berupa alat rekam. Selanjutnya peneliti melaksanakan observasi di lingkungan masyarakat sekitar kabupaten Tasikmalaya tentang penggunaan tindak tutur oleh penutur sesuai dengan situasi dan kondisinya. Peneliti memilih masyarakat sekitar Kabupaten Tasikamalaya sebagai  sumber penelitian. Dengan demikian, sesuai dengan tujuan peneliti, untuk mengetahui bagaimana penggunaan tindak tutur di sekitar lingkungan penutur. Maka peneliti melaksanakan penelitian di lingkungan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.
1.      Transkip Data
Menstranskipsikan rekaman ke bentuk data
TUTURAN PERTAMA
Pembeli           : Mang meser makroni
Penjual            : Nu baseuh pa nu kering?
Pembeli           : Nu baseuh mang
Penjual            : Lada atawa asin jang?
Pembeli           : Nu lada pisan mang
Penjual            : Muhun jang
Pembeli           : Ieu mang artosna
Penjual            : Nuhun jang
Pembeli           : Sami – sami mang.

TUTURAN KEDUA
Pembeli                : Mang eta buah sabarahaan?
Pedagang             : Biasa jang sakilona Rp.10.000
Pembeli                : Amis teu mang buahna?
Pedagang             : Mangga we jang cobian nyalira.
Pembeli                : Muhun mang,hm amis mang hoyong sakilo mang.
Pedagang             : Muhun ,atos  jang ieu buahna.
Pembeli                : Nuhun mang.
Pedagang             : Sami – sami jang.

TUTURAN KETIGA
Pembeli                         : Mang meser baso Rp.5000 dibungkus.
Tukang Baso                 : Muhun jang, campur?
Pembeli                         : Campur mang.
Tukang Baso                 : Ladaan jang?
Pemebeli                       : mhn mang
Tukang Baso                 :  Ieu jang basona.
Pemebeli                       : Nuhun mang
Tukang Baso                : Sami – sami jang.

2.    Translate Data

Menerjemahkan hasil rekaman yang berbahasa daerah (jika ada).
TUTURAN PERTAMA
Pembeli           : Bang beli makroni
Penjual            : Yang basah tau yang kering?
Pembeli           : Yang basah mang
Penjual            : Yang pedas apa yang asin
Pembeli           : Yang pedas pak.
Penjual            : Ya a,
Pembeli           : Ini bang uangnya.
Penjual            : Makasih a.
Pembeli           : Sama – sama pak.

TUTURAN KEDUA
Pembeli                :Bang itu buah berapaan?
Pedagang             : Biasa perkilonya Rp.10.000
Pembeli                :Manis gk bang buahnya?
Pedagang             :Silahkan cobain sendiri..
Pembeli                :Ya pak, h mwah manis nih pak buahnya 1kg ya..
Pedagang             :Ya, ni buahnya.
Pembeli                : Makasih bang.
Pedagang            : Sama – sama .

TUTURAN KETIGA
Pembeli                         : Bang beli baso Rp.5000 dibungkus.
Tukang Baso                 : Ya a, campur?
Pembeli                         : Campur bang.
Tukang Baso                : Pedas a?
Pembeli                         : Pedas bang.
Tukang Baso                 : Ini a basonya.
Pembeli                         : Makasih bang.
Tukang Baso                 : Sama – sama a.

B.       Korpus Data
Data Penutur Pertama
1.      Lokasi Percakapan                        : Jalan Cilolohan
2.      Suasana Percakapan                      : Santai
3.      Keadaan emosi percakapan           : Santai
4.      Identitas Penutur                          
Gender                       : Laki-laki
Umur                          : 39 tahun
Pekerjaan                    : Pedagang
Domisili                      : Tasikmalaya
Daerah Asal                : Cilolohan- Tasikmalaya
Bahasa sehari-hari      : Bahasa Sunda
5.      Identitas Lawan Tutur                 
Gender                       : Laki - laki
Umur                          : 22 tahun
Pekerjaan                    : Mahasiswa
Domisili                      : Tasikmalaya
Daerah Asal                : Ciamis
Bahasa sehari-hari      : Bahasa Sunda
6.      Hubungan Penutur dan lawan tutur       : Pedagang dan Pembeli

TUTURAN 1 (Pedagang)
1.    Yang basah apa yang kering?
2.    Pedas apa asin?
3.    Ya a.
4.    Makasih a.

SITUASI TUTURAN
Ekspresi Pedang bersikap biasa dan santai.

TUTURAN 2 Pembeli
1.            Bang Beli Makroni.
2.            Yang pedes Bang.
3.            Ini bang uangnya.
4.            Sama - sama
SITUASI TUTURAN
Tuturan yang dilakukan oleh penutur tersebut bersifat santai dan tidak formal.


DATA PENUTUR KEDUA
1.      Lokasi Percakapan                       : Jalan Lodaya
2.      Suasana Percakapan                     : Ramai
3.      Keadaan emosi percakapan          : Ramai
4.      Identitas Penutur                         
Gender                       : Laki – laki
Umur                          : 22tahun
Pekerjaan                    : Mahasiswa
Domisili                      : Tasikmalaya
Daerah Asal                : Ciamis
Bahasa sehari-hari      : Bahasa Sunda
5.      Identitas Lawan Tutur                
Gender                       : Laki-laki
Umur                          : 45 tahun
Pekerjaan                    : Pedagang Buah
Domisili                      : Tasikmalaya
Daerah Asal                : -
Bahasa sehari-hari      : Bahasa Sunda
6.      Hubungan Penutur dan lawan tutur      : Pembeli dan pedagang


TUTURAN KEDUA PEMBELI
1.    Bang itu buah berapaan?
2.    Manis gak buahnya bang?
3.    Ya bang ,hm manis bang buahnya 1kg bang.
4.     Ya bang.

SITUASI TUTURAN
Ekspresi seorang penutur di atas merasa terburu-buru karena kemungkinan keadaan situasi yang begitu ramai dan dilakukan di siang hari.

TUTURAN KEDUA PEDAGANG
1.      Bias a satu kilonya Rp.10.000.
2.      Silahkan a cobain aja.
3.       Ya,ini a buahnya.
4.      Sama - sama
SITUASI TUTURAN PEDAGANG
Ekspresi pedagang santai

DATA PENUTUR KETIGA
1.      Lokasi Percakapan                       : Kosan
2.      Suasana Percakapan                     : Santai
3.      Keadaan emosi percakapan          : Santai
4.      Identitas Penutur                         
Gender                       : Laki-laki
Umur                          : 39 tahun
Pekerjaan                    : Pedagang Baso
Domisili                      : Tasikmalaya
Daerah Asal                : -
Bahasa sehari-hari      : Bahasa Sunda
5.      Identitas Lawan Tutur                
Gender                       : Laki - laki
Umur                          : 23 tahun
Pekerjaan                    : Mahasiswa
Domisili                      : Tasikmalaya
Daerah Asal                : Ciamis
Bahasa sehari-hari      : Bahasa Sunda
6.      Hubungan Penutur dan lawan tutur      : Tukang Baso dan mahasiswa


TUTURAN KETIGA (Tukang Baso)

1.      Ya a, Campur?
2.      Yang pedas?
3.      Ini a Basonya.
4.      Sama – sama a.
SITUASI TUTURAN
Ekspresi tuturan tukang baso di atas terlihat santai dan situasinya juga tidak ramai.

TUTURAN Pembeli
1.      Bang beli basonya Rp.5000 di bungkus.
2.      Campur bang.
3.      Ya bang yang pedas.
4.      Makasih bang.
SITUASI PENUTUR PENGUNJUNG I
Ekspresi seorang pembeli  sangat santai.

c. Pembahasan
1)      Analisis Data
a)      Data I
         Berdasarkan hasil kajian pada data pertama terdapat prinsip kerja sama meliputi: (1) maksim kualitas dan (2) maksim kuantitas. Sedangkan pada prinsip kesopanan meliputi: (1) maksim kesimpatian, (2) maksim kedermawanan, (3) maksim persetujuan, dan (3) maksim pujian.
b)     Data II
         Berdasarkan hasil kajian pada data kedua terdapat prinsip kerja sama yaitu maksim kuantitas. Sedangkan pada prinsip kesopanan meliputi: (1) maksim kesimpatian, (2) maksim penolakan, dan (3) maksim kuantitas.
c)      Data III
         Berdasarkan hasil kajian pada data ketiga terdapat prinsip kerja sama yaitu maksim relevansi dan maksim kuantitas. Sedangkan  pada prinsip kesopanan terdapat maksim persetujuan dan maksim kedermawanan.

2)      Kajian Tindak Tutur
KAJIAN DATA I
Berdasarkan analisis data yang penulis deskripsikan dapat dikaji melalui prinsip-prinsip sebagai berikut:
a)             Prinsip kerjasama
            Di dalam tindak tutur pada Data I terdapat Prinsip Kerjasama maksim kuantitas dapat dibuktikan pada tuturan:
Pembeli           : Bang beli makroni
Penjual            : Yang basah tau yang kering?
Pembeli           : Yang basah mang
Penjual            : Yang pedas apa yang asin
Pembeli           : Yang pedas pak.
Penjual            : Ya a,
Pembeli           : Ini bang uangnya.
Penjual            : Makasih a.
Pembeli           : Sama – sama pak.
Tuturan di atas dikatakan maksim kuantitas karena penutur pedagang dan pembeli berkata dengan seperlunya tidak mengatakan sesuatu yang tidak.
Selain itu juga, peneliti menemukan maksim kualitas karena mengatakan hal yang sebernarnya. Terlihat pada tuturan:
Pembeli           : Bang beli makroni
Penjual            : Yang basah tau yang kering?
Pembeli           : Yang basah mang
Penjual            : Yang pedas apa yang asin
Pembeli           : Yang pedas pak.
Penjual            : Ya a,
KAJIAN DATA 2
Berdasarkan hasil analisis data yang peneliti deskripsikan dapat dikaji melalui prinsip, sebagai berikut:
1)      Prinsip Kerjasama
Terdapat maksim kuantitas, yaitu:
Pembeli                :Bang itu buah berapaan?
Pedagang             : Biasa perkilonya Rp.10.000
Pembeli                :Manis gk bang buahnya?
Pedagang             :Silahkan cobain sendiri..

2)        Prinsip Sopan Santun :
Mangga we jang cobian nyalira.
Pembeli                : Muhun mang,hm amis mang hoyong sakilo mang.
Pedagang             : Muhun ,atos  jang ieu buahna.
Pembeli                : Nuhun mang.

KAJIAN DATA III
Berdasarkan analisis data yang penulis deskripsikan dapat dikaji melalui:
1)      Prinsip Kerjasama
Terdapat maksim kuantitas, yaitu pada tuturan:
Pembeli                         : Bang beli baso Rp.5000 dibungkus.
Tukang Baso                 : Ya a, campur?
Pembeli                         : Campur bang.
Tukang Baso                : Pedas a?
Pembeli                         : Pedas bang.
Tukang Baso                 : Ini a basonya.
Pembeli                         : Makasih bang.

Terdapat maksim relevansi, yaitu pada tuturan:
Tukang Baso                 : Ya a, campur?
Pembeli                         : Campur bang.
Tukang Baso                : Pedas a?
Pembeli                         : Pedas bang.
2)      Prinsip Kesantunan
Tukang Baso                 : Ya a, campur?
Pembeli                         : Campur bang.
Tukang Baso                : Pedas a?
Pembeli                         : Pedas bang.
Tukang Baso                 : Ini a basonya.
Pembeli                         : Makasih bang.



BAB III SIMPULAN
Dari hasil observasi yang telah peneliti laksanakan dibeberapa tempat yang telah dikemukakan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa penentur yang berada di masyarakat turur dalam suatu tuturannya terdapat prinsip kerjasama dan prinsip kesantunan. Di dalam prinsip kerjasama dan prinsip kesantunan dapat dikategorikan ke dalam beberapa maksim diantaranya pada prinsip kerja sama terdapat maksim  kualitas, maksim kuantitas, dan maksim relevansi. Sedangkan pada prinsip kesantunan terdapat maksim kesimpatian, kedermawanan, persetujuan, pujian, dan penolakan. Hal tersebut dapat dibuktikan pada hasil wawancara tidak terarah.