PUISI : Kedatangan Tuhan Yesus

Entah awan seperti apa yang mengiring
naiknya Kristus ke angkasa,
yang pasti belum tercampur asap mikrolet.

Masalah “naik” memang selalu berat.
Lihat saja demo akan kenaikan harga minyak.
Murid-murid Kristus pun dalam hati berdemo:
“Mengapa guruku yang baru saja bangkit, langsung dipanggil naik?”

Kita takkan mengerti semua,
harus ada yang tersisa
menjadi rahasia.
Salah satunya: Arcana Coelestia,
yaitu Rahasia Surga.

Jangankan Surga,
masalah cinta pun adalah rahasia.
Nah, Surga ini rumah tinggal Sang Maha Cinta,
rahasianya tentu lebih banyak.

Dan setiap rahasia selalu membuat penasaran.
Maka setiap orang pasti meninggal dengan penasaran,
meski tak selalu gentayangan.

Untuk apa Kristus dipanggil naik?
Berjuta jawaban dari ke-tidak-tahuan
bisa kita lontarkan dalam ke-sok-tahuan.

Namun yang pasti tertulis:
Kristus pergi untuk kembali, pasti!
Yang menjadi rahasia adalah waktu kapannya.
Mungkin saja Dia datang ketika kita sedang demo:
harga minyak naik,
gaji tidak naik-naik.

Yang jelas Dia akan turun,
menjemput orang-orang yang mau menurunkan:
tinggi hatinya.




KenaikanMU bersama awan yang biru

KAU naik tuk menyiapkan rumah bagiku

KAU kan datang lagi tuk menjemputku

Dan membawaku kerumah bersamamu

Kini aku telah menanti kedatanganMU

Berjaga-jaga selalu aku setiap waktu

Karena tak tahu kapan KAU menjemputku

Tak tahu juga aku akhir dari segala sesuatu

Penghibur telah BAPA kirim kepadaku

Yang kan senantiasa menyertaiku

Yang kan mengajarkan segala sesuatu

Dan mengingatkanku semua ajaranMU

Terima kasih BAPA di surga

Aku akan menjadi hamba yang setia

Yang mempertanggungjawabkan yang aku bisa

Agar hidupku berkenan kepada BAPA